HANTU…Alas…PURWO

……welcome to dunia hantu dan jin……

suara hati sdr indra yogi

:53 WIB

Assalamu’alaikum wr. wb.

Seperti biasa lagi browsing dan ketemu sesuatu yang saya rasa perlu diketahui oleh yang lain di jagad maya ini. Yaitu tentang Abidah el Khalieqy sang penulis novel “Perempuan Berkalung Sorban” (PBS) yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat di berbagai media. Bahkan republika pun sampai merasa perlu untuk mengangkat topik ini 3 hari berturut-turut di halaman paling belakang.

Disini saya tidak akan terlalu detail menjelaskan siapa beliau karena saya memang tidak kenal secara pribadi. Tapi ada beberapa hal yang menarik perhatian saya selain novelnya PBS yang versi filmnya mengundang kontroversi dimana-mana yaitu adalah bahwa novelnya itu diterbitkan oleh Yayasan Kesejahteraan Fatayat dan the Ford Foundation yang di Indonesia terlanjur mempunyai image yang tidak bagus. LSM-LSM Barat seperti The Asia Foundation (TAF), Ford Foundation (FF) memang seringkali mensupport organisasi atau LSM di Indonesia yang cenderung nyeleneh.

Ford Foundation sendiri pernah ikut membantu menerbitkan sebuah buku yang aslinya berasal dari disertasi Greg Barton pada tahun 1995 mengenai kemunculan pemikiran liberal di kalangan pemikir Indonesia berjudul “Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neomodernisme Nurcholis Madjid, Djohan Effendi, Ahmad Wahib, dan Abdurrahman Wahid” bekerjasama dengan Paramadina, Yayasan Adikarya Ikapi, dan Ford Foundation pada tahun 1999.

Ford Foundation pulalah yang menyumbang uang sebesar 1 juta dollar ($1,000,000) kepada International Center for Islam and Pluralism (ICIP), datanya bisa dilihat disini. Disitu tertulis dana itu digunakan untuk, “For Web-based distance learning courses to enable adolescent and adult Muslims in poor communities to continue their secular education.”

Tokoh-tokoh yang berada di belakang ICIP bisa anda lihat disini. Bagi yang mendalami peta pemikiran Islam saat ini tentu tak asing dengan beberapa nama yang ada disitu. Ya, anda tidak salah lihat, di beberapa nama itu memang seringkali menimbulkan polemik dalam tubuh umat Islam.

Tentang Abidah el Khalieqy sendiri dalam suatu kesempatan pernah diwawancara tentang bagaimana tanggapan kalangan pesantren terhadap novel Geni Jora novelnya terdahulu. Lalu inilah jawaban beliau,

“Saya sudah terbiasa dengan pro-kontra para pembaca buku saya. Novel Perempuan Berkalung Sorban sebenarnya lebih keras kritiknya terhadap Kitab Kuning dan para kyai, yang mereka adalah ‘para penguasa’ yang menciptakan pola pikir dan budaya. (source)

Dalam wawancaranya yang lain dengan majalah Syir’ah No. 31 (Juni, 2004), Abidah El Khalieqy berujar, “Di semua ilmu pengetahuan: filsafat, sosiologi, dan lain sebagainya, kita akan menemukan perempuan diposisikan tidak pada posisi yang sebenarnya.” Begitulah Abidah berusaha menggugat agama lewat sastra.

Mungkin akan timbul kesan bahwa semakin keras kritik seseorang kepada kitab kuning dan para kyai/ulama atau bahkan mungkin agama Islam itu sendiri, maka akan semakin mudah mendapatkan bantuan dari LSM asing seperti Ford Foundation. Begitukah ?

Bagaimana seandainya jika suatu saat Abidah el Khalieqy berubah menjadi seorang penulis yang kuat memegang nilai-nilai keislaman dan tidak lagi mengkritik kitab kuning dan para kyai/ulama, apakah Ford Foundation akan tetap membantu penerbitan buku-bukunya yang akan datang ?

Lalu bagaimana dengan penerbit-penerbit yang menerbitkan buku-buku lain seperti Fathul Bari nya Ibnu Hajar al-Asqalany atau Al Bidayah wan Nihayah nya Ibnu Katsir ? maukah Ford Foundation juga ikut membantu para penerbit itu ? Kalau tidak, apakah karena pemikiran-pemikiran mereka bertentangan dengan apa yang menjadi inisiatif FF dalam mendorong terbentuknya ICRS di Yogya ?

Wallahu a’lam.

Indra Yogi (indrayogi@hormail.com)

Maraji’ :

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0405/01/hib01.html
http://perca.blogspot.com/2007_04_01_archive.html
http://www.republika.co.id/koran/14/29287
http://www.kaskus.us/showpost.php?p=57237407&postcount=29
http://www.fordfound.org/grants/database/detail?103471
http://www.fordfound.org/regions/indonesia/fields/id
http://duaduka.blogspot.com/2005/06/sebab-tubuh-adalah-kompleksitas.html
http://www.icrs.ugm.ac.id/en/
http://swaramuslim.net/siyasah/more.php?id=5613_0_1_0_M

 

http://jakarta.mfa.gov.il//

Februari 5, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: