HANTU…Alas…PURWO

……welcome to dunia hantu dan jin……

oh rohingyang yang malang

Pendatang yang dibantu oleh kapal India di Laut Andaman
Para migran menceritakan perlakuan buruk Thailand

Pendatang dan pengungsi yang terdampar di wilayah Thailand bersaksi mereka dikirim kembali ke laut dengan kapal tanpa mesin, dan tangan diikat.

Ratusan orang diperkirakan mengalami perlakuan ini – sebagian besar adalah suku Rohingya dari Birma barat – dan banyak dari mereka tewas.

ke-46 warga Rohingya yang datang dengan kapal di pulai Phrathong hari Jumat pagi mungkin beruntung.

Seperti ratusan pencari suaka warga Muslim minoritas Birma lain yang tiba di laut Andaman wilayah Thailand, mereka diserahkan ke Komando Operasi Keamanan Dalam Negeri (ISOC), otorita militer yang dibentuk saat perang dingin dan masih memiliki kekuasaan untuk melakukan pembersihan guna melindungi keamanan nasional.

Artinya mereka akan hilang dalam lubang yang gelap, tidak bisa mendapat kunjungan dari pengacara atau penasehat pengungsi.

Pada dasarnya militer bisa melakukan apapun terhadap mereka.

Tetapi setelah muncul sorotan atas perlakuan terhadap warga Rohingya sebelumnya, kelompok terbaru ini mungkin akan mendapat perlakuan lebih baik.

Dilempar ke laut

Perlakuan kejam terhadap pencari suaka bukan berita baru di Thailand.

Peta
 

Namun, tuduhan yang diajukan oleh warga Rohingya yang terdampar ratusan kilometer ke kepulauan Andaman dan propinsi Aceh sangat mengejutkan.

Satu kelompok madani setempat, Arakan Project, yang melakukan wawancara mendalam dengan sejumlah warga yang selamat, mengatakan mereka ditahan oleh petugas keamanan Thailand akhir bulan November dan Desember saat tiba dengan kapal.

Mereka kemudian dibawa oleh satuan militer ke pulau Koh Sai Deng, bukannya diserahkan pada polisi atau kantor imigrasi untuk diproses sebagai pendatang gelap.

Mereka ditahan beberapa hari, dipaksa tidur di udara terbuka dengan tangan diikat saat malam hari.

Tanggal 18 Desember, sekelompok orang dengan jumlah 400 jiwa dinaikkan ke kapal angkatan laut yang membawa satu kapal tongkang, ujar Chris Lewa dari Arakan Project.

Tangan para pendatang itu diikat, dan setelah berada di laut lepas mereka diperintahkan pindah ke kapal tongkang itu dengan todongan senjata.

Para pendatang itu menolak, dan tentara Thailand pun mengikat kaki empat orang dari mereka dan melemparkannya ke laut.

Kelompok ini kemudian pindah ke kapal tongkang, mereka pun dilepas dengan bekal makanan dan air untuk dua hari.

Kapal itu bergerak selama lebih dari sepuluh hari dan berdasarkan kesaksian yang diperoleh oleh Lewa, di hari ke 12 para pendatang melihat kepulauan Andaman.

Karena khawatir ombak akan membawa kapal tongkang itu menjauhi daratan, banyak diantara penumpang yang kelehahan dan dehidrasi itu terjun ke laut untuk mencapai daratan.

Kurang dari 100 orang ditemukan berada di atas kapal oleh penjaga pantai India, meski masih banyak yang ditemukan lagi di laut dan di pantai.

Wawancara singkat dengan korban yang selamat membenarkan keterangan ini.

Sementara, warga yang berhasil mencapai Aceh juga menyatakan keterangan serupa kepada media setempat.

Secara keseluruhan, lebih dari 800 warga suku Rohingya diusir dari Thailand dengan cara ini pada bulan Desember.

Ratusan lainnya kemungkinan tewas.

Bantahan

Komandan lokal ISOC di Ranong, Kolonel Manas Khongpan, menyangkal tuduhan ini dan mengatakan kepada BBC bahwa tentaranya tidak pernah menahan pendatang gelap.

Penjaga pantai India membawa pengungsi ke darat
Sebagian pengungsi yang beruntung ditemukan kapal India

Namun keterangan itu bertolak belakang dengan pernyataan para pejabat militer dan polisi lain yang menegaskan bahwa manusia perahu suku Rohingya kini ditangani ISOC.

Sejumlah pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu membenarkan bahwa warga Rohingya terkatung-katung di laut dengan sedikit bekal air dan makanan.

Mereka menjelaskan bahwa suku Rohingya dianggap sebagai ancaman lebih besar terhadap keamanan dibandingkan puluhan ribu pendatang gelap lain karena mereka Muslim, cenderung tiba dalam jumlah besar dalam waktu bersamaan dan sebagian besar adalah kaum lelaki.

Para pejabat Imigrasi mengatakan pada BBC bahwa tidak ada bukti yang mendukung kecurigaan kaum militer bahwa warga Rohingya bergabung dengan kaum pemberontak Islam di Thailand Selatan.

Mereka mengatakan meski sebagian besar dari warga Rohingya ingin ke Malaysia – karena ada 20.000 suku itu dan juga prospek pekerjaan dengan bayaran tinggi – jumlah yang tinggal di Thailand memang meningkat.

Data resmi pemerintah tahun lalu menyebut 4.886, namun yang tidak resmi bisa lebih tinggi.

Kekuatan militer

Pemerintah Thailand telah mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya sedang menyelidiki seluruh fakta dalam tuduhan tersebut.

Petugas keamana Thailand dan manusia perahu
ISOC membantah menahan para pendatang gelap

Pemerintah berjanji mengkaji kembali masalah pendatang gelap di Thailand, yang mungkin mencapai antara 3 dan 4 juta orang sebagaian besar dari Birma, dan akan memperlakukan mereka sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Namun patut diragukan pemerintah akan meminta pertanggungjawaban militer.

Di banyak wilayah Thailand, militer bertugas tanpa pengawasan kaum sipil dan memiliki anggaran rahasia yang tinggi dan kepentingan bisnis yang besar.

Pemerintah koalisi pimpinan partai Demokrat yang sekarang berkuasa dibentuk bulan lalu karena intervensi Komandan Militer yang berkuasa Jenderal Anupong Paochinda – dia kemungkinan akan menolak permintaan agar bawahannya diadili dalam tuduhan ini.

Namun, patut diingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang paling baru komandan ISOC paling senior adalah Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva.

Dia telah menegaskan penegakan hukum adalah prinsip utama pemerintahnya.

Kejahatan yang dilakukan oleh personel ISOC, apakah terhadap pendatang gelap atau warga Thailand sendiri, pada akhirnya akan jatuh di mejanya.

Januari 23, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: