HANTU…Alas…PURWO

……welcome to dunia hantu dan jin……

inilah taik kucing yang namanya “politikus”

Iklan Penurunan BBM SBY dan Demokrat Busuk. Hentikan!!

Iklan Penurunan BBM SBY dan Demokrat Busuk. Hentikan!!
Endrawan Ch

 

Karikatur Iklan BBM
Karikatur Iklan BBM

Tadi malam ketika saya melihat tayangan di salah stasiun TV swasta, muncul iklan ‘harga BBM turun 3 kali“. SAelama ini saya tidak  terlalu mempermasalahkan iklan partai Demokrat yang cenderung meng-mark-up nilai suatu kebenaran. Sebut saja iklan pemberantasan korupsi yang seolah-olah SBY dan Demokratlah yang bekerja melalui KPK. Padahal KPK adalah institusi independen, dan KPK bekerja berdasarkan Undang-Undang yang dibuat pada masa pemerintah Habibie. Dan penting untuk diketahui bahwa keberhasilan KPK saat ini merupakan sinergi dari Pemerintah-DPR-Aparat Hukum. [perlu diingat, kasus Lumpur Lapindo dan Suspensi saham Bakrie merupakan sindikasi KKN terselubung yang dilakukan SBY-JK-Bakrie].

Iklan-iklan penipuan publik sering digunakan Partai Demokrat untuk mendongkrak suara partainya menjelang 2009. Jika mau jujur, kegagalan terbesar Pemerintah SBY-JK adalah dibidang ekonomi. [program-program ekonomi SBY-JK ketika kampanye 2004 gagal besar dan sebagian besar tidak terwujud].

Pemerintah SBY-JK bersama DPR, masyarakat, dan yudikatif  memang cukup  berhasil di bidang keamanan, politik, pertanian, terorisme. Sedangkan masalah TKI, stagnansi reformasi birokrasi, komersialiasi pendidikan, liberalisasi harga BBM, merupakan langkah mundur dari kebijakan Pemerintah. Saya tidak hanya mengatakan ini kemunduran pemerintah, namun ini juga kemunduran DPR. [harus fair…donk]

Namun inilah politisi-politisi cerdik di tubuh Partai Demokrat, partai asuhan Pak SBY. Mereka tahu bahwa isu yang paling utama pada pemilu 2008 adalah isu ekonomi, maka para politisi Demokrat begitu canggih memanipulasi sedemikian rupa fakta negatif ataupun netral, menjadi fakta itu positif.  Stop penipuan ini.Jangan Lanjutkan.

Isi Iklan Demokrat Versi “Kebohongan Publik”

Partai Demokrat
Partai Demokrat

Sebelum membahas lebih lanjut, saya akan deskripsikan iklan terbaru Partai Demokrat yang membuat perut saya mual. Isi iklan yang bertemakan “Harga BBM Diturunkan” sebagai berikut:

Partai Demokrat bersama SBY terus berjuang untuk meringankan beban hidup rakyat. BBM telah diturunkan  tiga kali. Pertama kalinya sepanjang sejarah.
Mari kita dukung terus. Lanjutkan!”

Iklan di TV ini masih mending, silahkan rekan-rekan dengar iklan di radio yang berdurasi sekitar 1 menit [saya mendengarnya lewat radio El-Shinta], isi iklannya memang mengada-ada dan tidak sesuai dengan realitas sesungguhnya. Seolah-olah Demokrat dan SBY lah yang memerintah di negeri dengan angka keberhasilan menurunkan harga BBM. Mereka lupa dibalik itu semua, rakyatlah yang berbicara dan berkoar mendesak pemerintah menurunkan BBM. Justru partai oposisi yang terus mendesak BBM diturunkan, sedang DEMOKRAT di Senayan lebih banyak bungkam mengenai masalah penurunan BBM.

BBM diturunkan tanggal 15 Januari, lalu iklan politik Demokrat langsung mencuat ke publik persis sehari setelah penyesuaian harga BBM. Disini saya lebih prefer mengunakan istilah penyesuaian daripada penurunan harga. Lho…pemerintah menurunkan BBM untuk siapa? Untuk meningkatkan kehidupan ekonomi yang telah amburadul, atau merupakan skenario SBY dan Demokrat untuk kampanye terselebung 2009. Masa….hari ini BBM turun, besok sudah ada iklan yang skenariotis.. Tidak sulit untuk menduga bahwa penurunan 15 Januari jelas-jelas lebih mementingkan politik Demokrat belaka.

Isi iklan tersebut akan dipublikasi dan dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat kita. Dan untuk melakukan itu, Demokrat harus mengeluarin puluhan miliar rupiah,selama 5 hari melalui saluran: (bayangkan dari mana sumber dananya dan berapa besar –>lagi-lagi tidak transparan)
– Semua stasiun TV Nasional
-16 TV Lokal di Jawa Barat dan Jawa Tengah
– 483 stasiun radio lokal di seluruh Indonesia.
– 11 koran nasional dan 5 koran lokal dengan format full color
– 3 majalah wanita
– 4 tabloid wanita

Sedangkan iklan Partai Demokrat yang terdahulu masih saya tolerir dan terima yakni iklan “Dirgahayu RI ke-63”, “Selamat Berbuka Puasa”, “Ramadhan,” “HUT Partai Demokrat” “Idul Fitri”, “Hari Ibu”, dan “Selamat Tahun Baru”.

Berikut saya kemukan beberapa fakta penghancuran ekonomi oleh Pemerintah SBY-JK (bersama lembaga legislatif yang hanya diam)
Dan mulai dari bagian ini, saya akan mengemukan opini yang offensive, [khusus untuk artikel ini saja]  mengingat pemerintah SBY bersama Demokrat telah begitu offensive menipu saya, teman saya, orang tua saya, keluarga saya, tetangga saya, saudara saya, rakyat Aceh hingga Papua, suku Manado hingga suku Jawa dan juga Anda yang sedang membaca.

Apakah benar BBM turun karena kebijakan Pemerintah pro-rakyat?

Salah besar. Harga BBM itu memang harus diturunkan karena harga minyak dunia turun [baca : penyesuaian harga]. Para pakar perminyakan seperti Kurtubi, para pengamat ekonomi handal seperti Kwik Kian Gie dan Ichsan Noorsy, telah berbulan-bulan mulut mereka ‘berbusa’ mendesak pemerintah agar segera menurunkan harga BBM. Setelah ‘busa mulut’ mereka habis, pemerintah secara politis baru menurunkan [menyesuaikan] harga BBM seperti siput berjalan, ibarat teori ingus [naiknya cepat, turunnya lambat dan kecil], bagaikan angin sepoi-sepoi . Penurunan BBM-pun tidak sesuai realitas yang telah dikalkulasi oleh Pak Kurtubi, Kwik Kian Gie, Rizal Ramli atau Ichsan Noorsy.

Jika Demokrat mau jujur, DALAM SEJARAH REPUBLIK INDONESIA, HANYA PEMERINTAH SBY-JK-DEMOKRAT YANG MENJUAL HARGA BBM LEBIH MAHAL DARI AMERIKA (Silahkan klik ini : Perbandingan Harga Premium AS vs Indonesia 2008 ).

Apakah penurunan 3 kali berturut-turut merupakan prestasi?

Saya tidak perlu membahasnya panjang lebar. Yang pasti ini bukanlah prestasi. Logika apa yang dapat membenarkan bahwa BBM yang telah dinaikkan dari 4500 menjadi 6000, kemudian diturunkan kembali 4500 merupakan prestasi besar sepanjang sejarah. Ini jelas bukan prestasi. Ini hanya stagnansi osilasi dari kebijakan ekonomi. Dan perlu masyarakat ketahui bahwa pemerintah telah melanggar UUD 1945 dengan melepaskan harga minyak ke sistem pasar. Desember 2008, menterinya SBY, Purnomo Y mengumumkan bahwa kebijakan harga minyak Indonesia akan ditentukan sistem pasar [hah…pemerintah bangga melanggar UUD 1945 karena dikte dan desakan IMF. Jika mau offensive, bisa saya katakan bahwa SBY tidak jauh berbeda dengan pendahulunya yakni ‘budak IMF’].

SBY
SBY

Para politisi Demokat lupa [sengaja lupa] bahwa sejak SBY menjabat di tahun 2004, Kabinet SBY telah menaikkan harga minyak premium dari Rp 1.810 menjadi Rp 4.500, solar dari Rp 1.890 menjadi Rp 4.500 dan minyak tanah dari Rp 700 menjadi Rp 2500.
Saya tidak terlalu mempermasalahkan ini, tapi karena Demokrat telah memancing penipuan publik, saya [kembali] terpaksa harus melakukan fakta yang offensive.

Di sisi lain, seharusnya pemerintah dapat menurunkan harga BBM pada 1 Desember 2008 silam sesuai kata pengamat perminyakan, Kurtubi pada Oktober 2008 silam yakni premium jadi 4500 dan solar jadi 4000. Tapi, faktanya pemerintah menurunkannya secara bertahap, dan saya memiliki keyakinan bahwa Pemerintah SBY bersama Demokrat akan kembali menurunkan harga Solar sebesar Rp 500 pada bulan Maret 2009. Karena sesungguhny a nilai ekonomis BBM sejak November 2008 hingga saat ini seharusnya diangka Rp 4000-4500 per liter. Sekali lagi, ini bukan jasa partai ataupun Presiden….Ini adalah jasa para pemikir, ahli perminyakan, ahli ekonomi yang jujur menyampaikan fakta, serta masyarakat yang peduli meski pemerintah membungkamnya.

Indikasi-indikasi kuat telah mengerucut pada satu kesimpulan, yakni Demokrat memanfaatkan tokoh Presiden SBY untuk meningkatkan popularitas. Padahal Presiden adalah milik rakyat Indonesia, ia melayani rakyat Indonesia. Presiden bukanlah milik Partai Demokrat semata.

Saya meyakini bisikan politis Demokrat bergema di telinga SBY. Hal semakin kuat setelah pemerintah memutuskan untuk memberi [baca:menyuap] BLT untuk Januari-Februari 2009, persis 2 bulan menjelang Pemilu legislatif. Padahal sejatinya, BLT merupakan program accidental karena kenaikan BBM. Sekarang BBM turun, lalu rakyat dikasih uang BLT lagi… Lho, jadi apa landasan program BLT?? Meningkatkan ekonomi rakyat??? Yah, program jangka panjang donk, melalui pengembangan UKM, bukan BLT.

Jelas ini merupakan kampanye uang yang dikeluarkan negara demi meningkatkan popularitas Demokrat. Atau ini memang agenda SBY sejak 2004???? Karena tidak berhasil membuat rakyat mandiri dan merdeka secara ekonomi, lalu dinina-bobokkan dengan antrian BLT.

– SBY dan JK mendukung penjualan aset 37 BUMN mirip dengan Pemerintah Megawati
Jelas-jelas ini merupakan kebijakan pemerintah SBY-JK yang sedang menghancurkan ekonomi kerakyatan [sumbangsih Bung Hatta] dengan menjual aset-aset strategis yakni BUMN. Sekali lagi, pemerintah SBY-JK berencana dan bahkan merupakan agenda pemerintahnya untuk melanggar konstitusi tertinggi di negeri ini yakni UUD 1945 pasal 33.

– Angka kemiskinan turun???
Pemerintah SBY dari zaman baheula (dari tahun ke tahun), hanya menggunakan referensi orang miskin bila rakyat berpenghasilan dibawah USD 0.6 per hari, sedangkan dengan tingkat inflasi dunia seperti ini, .ngka kemiskinan yang wajar adalah  USD 1.0 [angak USD 1 merupakan standar yang ditetapkan PBB].  Ini jelas-jelas kebijakan pemerintah yang sengaja memiskinan rakyaknya dengan berharap pendapatan maksimum rakyat  sebesar USD 0.6 per hari(seharusnya memakmurkan rakyat dengan angka USD 1.0) Meskipun kita menggunnakan data USD 0.6 per hari, ternyata angka absolut kemiskinan Indonesia meningkat, meski angka relatif kemiskinan turun. Jadi, sekali lagi pemerintah bersama Demokrat melakukan kebohongan publik melalui kampanye politik. Hentikan kebohongan ini…dan Jangan dilanjutkan.

Sebenarnya, masih banyak opini yang ingin saya tuangkan. Namun, saya kira sudah mewakili unek-unek saya. Saya tidak menolak adanya keberhasilan SBY-JK dalam beberapa sektor, tapi JANGAN menggunakan KAMPANYE BOHONG untuk mencari popularitas. Ini yang saya sesalkan. Ciri-ciri kampanye seperti ini merupakan kampanye busuk…

Dan mulai saat ini, saya tidak akan pernah memilih partai Demokrat selama Demokrat dan SBY meminta maaf kepada rakyat Indonesia atas kampanye dustanya. Jika kampanye penipuan ini disiarkan selama 3 ,4 atau 5 hari, di semua stasiun TV, Radio dan Koran, maka Demokrat dan SBY harus mengutarakan permintaan maaf kepada rakyat Indonesia selama 3,4 atau 5 hari di semua statiun TV, Radio dan Koran.

Akhir kata, saya berharap para politisi dan pemimpin Indonesia bersikap sebagai negarawan atau politisi yang cerdas, bijak dan jujur. Janganlah memberikan pengakuan yang berlebihan, manipulatif dan busuk. Hentikan tirani popularitas dengan pencitraan semu.
SBY masih  gagal mensejahterakan rakyat Indonesia. Jumlah penghasilan sebagian besar rakyat kita masih di bawah rata-rata per hari. Biaya hidup dan sekolah masih mahal [dan akan sangat mahal setelah pemerintah SBY dan Demokrat mengesahkan UU BHP. Renungkan itu]

Sekali lagi, saya mohon maaf terlalu offensive terhadap SBY dan Demokrat. Hal ini karena saya sangat kecewa dengan seorang SBY yang selama ini saya kenal. SBY 2 tahun lalu, tampak jujur dan lebih elegan. Namun, sisi mendua SBY sudah mulai tampak begitu jelas saat ini, menjelang Pemilu 2009.   SBY  telah memanfaatkan kekuasaanya demi kepentingan partai Demokrat. Bagaimana negara bisa maju, kalau presidennya lebih mementingkan kepentingan partai daripada kepentingan negara dan rakyat. SBY yang harusnya  bisa jujur dan berkampanye dengan elegan, akhirnya jatuh ke dalam politik busuk untuk meningkat popularitas partai. Sayang….SBY menjadi boneka partainya sendiri sehingga terlibat kampanye busuk ini.
Saya perlu menulis ini, agar masyarakat tidak tertipu oleh iklan Demokrat dan SBY.
Saya berharap juga, masyarakat kita kritis terhadap iklan-iklan politik (baik Demokrat, PDIP, Golkar, Gerindra, PKS, dst) yang memiliki sindikasi kebohongan dan janji-janji palsu.

Januari 19, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: