HANTU…Alas…PURWO

……welcome to dunia hantu dan jin……

kemana arah yahudi setelah gaza??

 

Setelah  selesai  konsultasi dengan AS, Israel terus menaikan semangat perangnya. Israel yang bersandar penuh pada semua yang beraroma AS, mulai dari senjata, keuangan, intelijen, dan tak ketinggalan, yang telah melakukan tugasnya dengan baik, liputan media dan politik.

Tidak heran jika kritik atau kecaman yang datang dari berbagai penjuru, termasuk organisasi kemanusiaan atau resolusi Dewan Keamanan PBB lewat begitu saja; seperti juga opini publik yang kini beredar. Arus paham Anti-Semit menjadi tameng bagi moral Israel.

Dalam perangnya di Gaza, Israel telah merumuskan sebuah tujuan kebijakan, yaitu  memusnahkan sejumlah besar rakyat Palestina, dan meneror mereka yang masih hidup dan memaksa siapa saja untuk membuat Hamas bertekuk-lutut.

Perang ini juga mereka dimaksudkan tertutup rapatnya  negosiasi pintu damai, dan segera membentuk pemerintahan Palestina di Jalur Gaza setelah para pemimpin Hamas dienyahkan. Israel sudah sangat spesifik menentukan akan semua tujuannya. Israel yakin bahwa Washingthon di belakang mereka, dan yan paling utama George Bush tak akan pernah mengecewakan mereka sebelum pensiun dari Gedung Putih. Bersama sekutu setianya yang lain, seperti Inggris, Tony Blair, Bush memberikan restunya akan perang ini.

Dalam hal ini, kita tak boleh lupa bahwa semua kekacauan yang terjadi di tanah Arab, baik penyebabnya internal ataupun eksternal, telah menjadi kesempatan dan keberanian terbesar bagi Israel untuk melaksanakan kejahatannya itu. Israel dalam hal ini memanfaatkan tradisi bangsa Arab yang telah mengakar bertahun-tahun, bahwa bangsa Arab tidak pendendam, sekalipun yang diterima oleh mereka adalah sebuah kejahatan yang maha dahsyat.

Tentara Israel percaya bahwa akan sangat efektif untuk melaksanakan tujuannya hanya dalam waktu satu atau dua minggu. Di pekan kedua setelah penyerangan Israel terhadap Gaza, Washington mulai buru-buru untuk mengeluarkan Israel dari dilema perang yang menjadi masalah baru negara Zionis itu.

Menlu  AS, Condoleezza Rice terjun langsung untuk menjadi juru damai dengan meyakinkan negara-negara Arab bahwa AS lah yang memprakarsai resolusi damai itu. Namun, hari berikutnya, Rice menyatakan abstain.

Israel menyatakan bahwa Perdana Menteri Ehud Olmert telah menghubungi Bush selama pembahasan resolusi damai dan memintanya untuk menunda agenda itu, paling tidak, selama seminggu. Sikap abstain Rice yang tak keruan dan mencla-mencle, merupakan perintah langsung dari Gedung Putih, sesudah Bush menerima perintah dari Perdana Israel, Ehud Olmert.

Sebaliknya, AS malah semakin gencar mengirimkan senjata ke Israel. Ini memang sama sekali tidak mengejutkan siapapun–karena kita sudah lama menyaksikan AS yang begitu aktif mensuplai senjata kepada Israel dalam berbagai kejahatan perang terhadap Palestina. Di mulai tahun 1973 ketika Washington mendirikan jembatan untuk mensuplai tentara Israel, kemudian memberikan dana tak terbatas milyaran dollar yang berasal dari pajak rakyat AS, dan menyediakan bom bagi Tel Aviv. Untuk kejahatan semua itu, Tony Blair ikut berperan di dalamnya.

Lebih jauh, di tengah-tengah kejahatan yang sedang berlangsung di Gaza, Kongres baru AS menghasilkan keputusan sebuah solidaritas untuk Israel dengan jumlah voting yang sangat mencolok; 410 banding 8. Kita bisa menyimpulkan bahwa Kongres yang dipimpin oleh Rahm Emmanuel Kepala Staf Gedung Putih, merupakan orang kepercayaan Barack Obama, sang presiden baru terpilih. Emmanuel pengikut Partai Konservatif Likud yang membabi-buta dan dia sudah tahunan menjadi tentara dan hamba Israel. Ayahnya adalah anggota Irgun (kelompok yang menjadikan ayah Olmert dan Tzipi Livni menjadi sohib). Bahkan dari sini kita bisa melihat bahwa Menteri Luar Negeri  AS berikutnya, Hillary Clinton, begitu antusias mendukung Israel daripada Yahudi sendiri. Maka, sama sekali tak akan ada perubahan dalam kebijakan luar negeri AS. Siapapun yang percaya akan perubahan itu sungguh amat bodoh.

Di tangan Obama, holocaut masih akan terus berlanjut, mungkin di Tepi Barat dan Lebanon Selatan. Orang Arab yang kelak merasakan kekejaman Washington era baru. Bukan orang lain.

Satu per satu, pembenaran yang dikeluarkan oleh Israel akan agresinya mulai terbuka. Semua jajaran petinggi Israel sekarang ini sudah kehabisan akal dan langkah, menerangkan agresi ini adalah sebuah perang yang mempertahankan diri, dan sudah kandas kredibiltasnya.

Semua foto korban Gaza yang kini banyak beredar menunjukan siapa dan bagaimana Israel terhadap dunia. Belum lagi, Israel menolak semua bentuk bantuan yang akan masuk ke Gaza.

Pernyataan Tzipi Livni, Menteri Luar Negeri Israel, bahwa negaranya sama sekali tak pandang bulu terhadap target agresi ini sudah memunculkan opini internasional, bahwa Israel diakui sebagai penjahat perang. Mayor Jenderal Gadi Eisenkot dalam harian Yedioth Ahronoth mengatakan “Kami akan menghancurkan semua infrastruktur yang ada di Gaza. Serangan dari Israel akan mengakibatkan kerusakan besar. Ini karena, menurut perspektif kami, desa-desa di Gaza adalah basis militer Hamas.”

Kontan, pernyataan inipun diserbu dari sana-sini. Kata-kata “kerusakan besar” dilarang oleh hukum internasional. Bahkan dari dalam negeri Israel sendiri komentar tidak setuju banyak beredar. Profesor Avi Shlaim, Yahudi pengajar di Universitas Oxford mengatakan bahwa Israel adalah negara “gangster” dan “bajingan” yang dipimpin oleh orang-orang yang busuk. Gedeon Levy, kolumnis di harian Hareetz menulis “Moral dan nilai-nilai sudah dilupakan. Semuanya dibolehkan!”

Di seluruh dunia, orang-orang sudah mulai membandingkan apa yang dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina kali ini sudah lebih biadab daripada yang terjadi pada Yahudi di Warsawa, ketika Nazi melakukan pembantaian terhadap,  beberapa puluh tahun yang lalu. Kini, Israel diserang dari seluruh dunia, akibat kejahatan terhadap rakyat Palestina.

Namun, tak ada lagi yang lebih buruk dibanding sikap para pemimpin negara Arab. Mereka benar-benar takut sangat mati, ketika melihat gambar sesungguhnya di Gaza. Ini tidak lain karena para pemimin negara Arab, dan mereka  tetap  melihat siapa yang berada di balik Israel, dan yang tak lain adalah AS. Namun, ada beberapa indikasi yang menunjukan bahwa Israel sendiri sudah kehilangan arah dalam agresi biadabnya ini.

Pertama, jelas sudah Israel tidak bisa menghancurkan Hamas. Dua pekan berlalu dan Hamas belum juga ditaklukan, serdadu-serdadu Israel sudah mulai khawatir bahwa peristiwa Hizbullah tahun 2006 akan kembali terulang; Israel tidak bisa menaklukan Hizbullah, sebaliknya Hizbullah memenangkan pertempuran. Israel dalam hal ini hanya sedang melahirkan generasi Palestina berikutnya yang akan semakin bertambah militan.

Kedua, patron utama Israel, AS ditemani dengan negara-negara Arab konservatif yang masih menjunjung tinggi kerajaan dan otokrasi, semakin kehilangan legitimasinya. Poros AS di TImur Tengah semakin keropos. Salah satu buktinya adalah AS tidak menyetujui rencana lanjutan Israel yang ingin menyerang Iran.

Ketiga, ketika Israel melakukan kebrutalan terhadap rakyat Gaza,  mereka juga sesungguhnya tengah melakukan kebrutalan terhadap rakyatnya sendiri. Apa yang dilakukan oleh Israel sekarang sesungguhnya mengoyak hati nurani sebagian besar rakyat Israel pula. Rakyat Israel percaya bahwa pemerintahannya sendiri mengidap sakit mental. Debat-debat banyak dilakukan di berbagai media Israel. Israel kehilangan figure penyelamat mereka. Belum lama ini, Barack Obama didaulat sebagai juru selamat bagi Israel. Namun, ide itu ditertawakan oleh rakyat Israel sendiri, karena begitu konyol.

Tak pelak, Israel mulai bertanya; sekarang siapa yang bisa menyelematkan mereka?

Mark LeVine, Profesor di Universitas Kalifornia, Bidang Sejarah Timur Tengah


Januari 14, 2009 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. Jika musuh berbaju Israel maka sudah jelas dan mudah untuk diperangi. Namun jika musuh berbaju Islam seperti baju yang dikenakan pemimpin Mesir dan Saudi, itu yang repot, karena banyak muslim yang terperdaya dengan tampilan luar mereka….

    Komentar oleh Islam Syiah | Januari 14, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: