HANTU…Alas…PURWO

……welcome to dunia hantu dan jin……

salute wong palembang.

Bedah Buku : Jaber Bolushi, 2015 Imam Mahdi Akan Datang

Oleh : Armansyah
Penulis Buku : Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih dan Jejak Nabi Palsu

Moderator Milis_Iqra@googlegroups.com

Jangan asal Copy-Paste

Tanggapan saya terhadap buku Jaber Bolushi diblog arsiparmansyah.wordpress.com ini memang tidak mewakili semua yang hendak saya sampaikan. Karena itu, saya sudah menyiapkan naskah khusus yang memberikan penjabaran panjang lebar terhadap kesalahan sistem kalkulasi Jaber Bolushi.

Baik dengan metode Al-Jummal al-Taqlidi atau al-Jummal al-Saghir maupun yang lainnya. InsyaAllah dalam waktu dekat buku ini bisa dicetak dan segera beredar dipasaran.

Terimakasih atas perhatian anda, InsyaAllah saya janjikan jawaban saya dalam bentuk buku itu akan lebih luas dan detil dari apa yang pernah anda baca di blog ini.

Atas semua dukungan, partisipasi dan juga bantuan rekan-rekan Jema’ah milis_iqra dan team moderatornya saya ucapkan terimakasih.

Mari sama-sama kita berdo’a untuk suksesnya penerbitan tersebut dipasaran sehingga tidak perlu ada lagi kegundahan maupun keresahan yang ditimbulkan oleh buku Jaber Bolushi dengan klenik angka-angkanya mengenai kiamat dan hal-hal lain yang berkaitan.

Inilah buku yang InsyaAllah akan memberikan warna baru mengenai konsep Mahdiyah didalam Islam … walau sedikit banyak beberapa tulisan dibuku ini masih akan berkaitan dengan kedua buku sebelumnya (Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih & Jejak Nabi Palsu) akan tetapi InsyaAllah, anda akan mendapatkan kejutan yang benar-benar segar dibuku ketiga ini.

TELAH TERBIT BUKU BANTAHAN UNTUK JABER BOLUSHI

Akankah ia datang pada 2015 ? 

Ramalan Imam Mahdi : Akankah ia datang pada 2015 ?

Lihat Promonyo di http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/08/08/telah-terbit-jawaban-untuk-jaber-bolushi/

 

 

(ARMANSYAH)

———————-

 

Senin 12 Nopember 2007 lalu, saya menerima sebuah kiriman copy buku dari salah satu rekan kita di Milis_Iqra, yaitu Sdr. Ardi Irawan dengan judul : “Ramalan Paling Mengguncangkan Abad ini, Oktober 2015 Imam Mahdi Akan Datang” yang ditulis oleh Jaber Bolushi terbitan Papyrus Publishing 2007 (versi e-booknya sendiri sudah bisa didownload bebas bagi anggota MI dihttp://groups.google.com/group/Milis_Iqra/web/2015-Imad.pdf > berbahasa Indonesia)

Pada kesempatan ini saya mencoba memberikan kupasan-kupasan atau analisa-analisa secara singkat tentang apa-apa yang dinyatakan didalam buku tersebut, tentunya berdasar apa yang bisa saya pahami dan simpulkan mengenainya. Oleh sebab itu, kajian singkat ini memerlukan berbagai analisa, diskusi, perdebatan atau pembelajaran lagi pada tingkat-tingkat yang lebih tinggi dan luas.

Saya persilahkan semua jemaah Milis_Iqra@googlegroups.com untuk ikut memberikan sumbangan pemikiran atau juga komentar terhadap tulisan saya ini atau juga isi buku tersebut sebagaimana bisa didownload secara utuh pada alamat tersebut diatas. E-Book tersebut bukan buatan saya namun kebenaran saya mendapatkannya dari salah satu situs dan untuk mempermudah proses kajiannya maka saya upload ulang disitus Milis_Iqra yang saya asuh. Saya tidak bertanggung jawab atas penerbitan buku tersebut kedalam format E-Book PDF yang dari signaturenya diperoleh data bahwa Author E-Book ini adalah AL-Kautsar.

Buku “Ramalan Paling Mengguncangkan Abad ini, Oktober 2015 Imam Mahdi Akan Datang” atau 2015-IMAD (Demikian saya menyingkatnya) berisikan berbagai ramalan Jaber Bolushi tentang hari akhir dengan merujuk kepada berbagai perhitungan-perhitungan tertentu didalam al-Qur’an dan mengkaitkannya kepada hadis, fatwa maupun ucapan-ucapan Nabi SAW, keluarga sucinya dan para pengikut mereka khususnya dari kalangan Syi’ah. Tidak lupa Jaber Bolushi juga menggabungkannya dengan sejumlah ramalan dari dalam kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru sehubungan dengan kehancuran bangsa Israel, pengusiran rakyat Palestina, terjadinya bencana di jazirah Arabia, runtuhnya kepausan di Vatikan, Perang dunia ke-3, penghancuran masjid al-aqsha dan turunya Isa al-Masih.

Hasil-hasil kalkulasi tersebut kemudian dirajut dengan kajian sains modern yang bercerita tentang Doomsday melalui berbagai prediksi jatuhnya meteor/ asteroid tertentu (pada lampiran penerbit halaman 285 s/d 294 dimuat sejumlah kutipan berita dari Kompas CyberMedia, selain itu juga disejumlah halaman dirujukkan pada pemberitaan dari situs http://news.bbc.co.uk/hi/arabic/news dan www.aljazeera.net)

Kalkulasi angka-angkanya sendiri oleh Jaber diungkapkannya dengan metode al-Jumal al-Taqlidi dan al-Jumal al-Saghir, yaitu sebuah mekanisme hitung-hitungan yang berkembang dalam tradisi bahasa Arab. (lihat hal 13)

Jaber juga merujuk pandangannya pada hasil penemuan dari Bassam Jarrar yang telah menulis mukjizat angka 19 didalam al-Qur’an (lihat hal 41) dan juga hasil penelitiannya sendiri terhadap fenomena angka 11 (lihat hal 195)

Analisa kita ini akan dimulai dari tinjauan singkat fenomena angka 19 dan angka 11 terlebih dahulu.

 


 

 

Pertama : Fenomena yang bukan fenomena

Bahwa konsep matematika 19 alias interlocking 19 system sendiri bukanlah murni penemuan dari Bassam Jarrar yang merupakan direktur dari Noon Centre For Qur’anic Studies and Researches (http://www.islamnoon.com) akan tetapi lebih dari sebuah pengadopsian saja dari hasil penemuan Rashad Khalifah dari Tucson Amerika yang menyatakan dirinya sebagai Rasul Tuhan diawal tahun 1980-an.

Gambar

Setelah membaca buku ini dan juga sedikit searching di Internet, saya melihat bahwa apa yang dinyatakan oleh Bassam Jarrar yang dikutip oleh Jaber Bolushi, tidak jauh berbeda –jika tidak mau dikatakan hampir benar-benar mirip– dengan apa yang pernah dinyatakan dan dipublikasikan secara luas oleh rasul gadungan dari masjid Tucson tersebut (tentang Rashad Khalifah sendiri dan bantahannya sudah saya kupas tuntas dalam buku kedua saya berjudul “Jejak Nabi Palsu” terbitan Hikmah Mizan Publishing 2007, cover buku lihat bagian lampiran email ini).

Disamping itu, fenomena keajaiban angka-angka didalam al-Qur’an, pun sudah dibahas puluhan bahkan mungkin ratusan kali oleh para sarjanawan Muslim dunia, beberapanya dari Indonesia seperti Arifin Muftie melalui “Matematika alam semestanya”, Abah Salma Alif Sampayya dengan “Keseimbangan Matematika Dalam Al-Qur’an”, KH. Fahmi Basya dengan seri-seri FlyingBooknya atau juga Rosman Lubis dengan “Keajaiban angka 11”-nya (Rosman bahkan telah mendahului analisa Jaber Bolushi dari tahun 2001).

Langkah-langkah kalkulasi Jaber Bolushi yang menggunakan hitung-hitungan ayat-ayat al-Qur’an untuk menebak masa depan dunia bahkan sampai memastikan tanggal, bulan dan tahun kedatangan Isa al-Masih, Imam Mahdi, tabrakan asteroid, penghancuran Israel dan lain sebagainya ini mengingatkan saya dengan Michael Drosnin, seorang wartawan berkebangsaan Yahudi yang terpengaruh oleh penyelidikan dua ahli matematika Israel bernama Eliyahu Rips dan Doron Witztum mengenai konsep “The Bible Code” dimana Al-kitab khususnya “Pentateuch” (kelima kitab Musa) di Perjanjian Lama diyakini oleh mereka telah mengandung kata-kata sandi yang meramalkan banyak kejadian pada masa kini dan akhir jaman. (Ini juga sudah pernah saya muat bantahannya di Milis_Iqra beberapa bulan yang silam)

Terlalu dini atau bahkan bila boleh saya menyebutnya dengan istilah terlalu konyol bagi umat Islam untuk bisa menerima kebenaran dari pembenaran Jaber Bolushi atas kepastian yang dia sampaikan, even sepanjang sejarah kenabian atau kerasulan secara gamblang sudah dipaparkan dalam al-Qur’an bila masalah masa depan dan akurasi kepastian kejadiannya tidak dibukakan sedemikian detil bagi siapapun termasuk dalam urusan kiamat. Sehingga tindakan Jaber Bolushi ini seakan hendak menyatakan bila kedudukan pengetahuannya berada diatas para Rasul Allah yang sejati.

Fakta :

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari akhir; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Luqman [31] :34)

Mereka menanyakan kepadamu tentang hari akhir : “Kapankah terjadinya ?”. Katakanlah:”Sesungguhnya pengetahuan tentang itu ada pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat bagi yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah:”Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Tuhan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS AL-A’raaf [7] :187)

Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Tidak ada adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS AN-Nahl [16]: 77)

Adalah hal yang sah-sah saja apabila kita menduga-duga dan memprediksi apa-bagaimana-bilakah kiamat akan terjadi, namun seyogyanya semua asumsi-asumsi tersebut tidak dijadikan sebuah bentuk pemastian mengenainya apalagi untuk hal yang diatasnamakan agama terlebih dasar pijakannyapun masih sangat layak untuk diperdebatkan dalam forum-forum ilmiah serta keagamaan.

Untuk mengetahui lebih jauh pandangan saya terhadap fenomena ramalan, silahkan membaca juga tulisan saya tentang “Bagaimana dengan mempelajari ramalan, fengshui dan sejenisnya ?”



 

 

Kedua : Kekonyolan sejumlah hitung-hitungannya

Perhitungan Jaber dihalaman 67 mengenai masa depan Irak dari ayat ke-6 surah al-Israa’ yang katanya berjumlah 67 lantas dinisbatkan pada tahun 1967, juga sebuah kekonyolan, karena angka 67 disamakan dengan 1967, jika memang ayat tersebut menubuatkan tahun 1967, harusnya jumlah yang didapat memang 1967 bukan sekedar ujungnya saja yang 67. Jelas ini sebuah pemaksaan alias pembenaran sepihak dari Jaber Bolushi untuk mengukuhkan pendapatnya.

Halaman 57, Jaber mengkaitkan tahun berdirinya Israel (1948) dengan jumlah ayat dari surah al-Israa’ ke-2 sampai ke-6 pada hitungan ke-55 (yaitu ayat dengan bunyi al-Kuro alias giliran) sehingga diperoleh angka 2003 dan dinisbatkan sebagai tahun kehancuran Irak ke-2 adalah tidak sesuai fakta. Irak baru bisa dikatakan hancur pada tahun 2005 atau tahun sesudah Saddam Husien (yaitu pimpinan utama Irak) tertangkap dan melemahkan semua sentralisasi perlawanan militan dari pemerintahan yang sah dan terkhusus lagi pada tahun 2006 saat Saddam Husien dihukum gantung. Sementara tahun 2003 adalah awal invasi saja dari Amerika yang dibackup Zionis atas Irak dan bukan tahun kehancuran Irak itu sendiri (bahkan Irak tidak pula tepat disebut sudah hancur sekarang ini).

Halaman 178, Jaber mengkalkulasikan tanggal 1-1-1440 H dengan rumus yang tidak jelas (1+1+0+4+4+1 sehingga didapat hasil = 11) yang menurutnya adalah tanggal keruntuhan menara kembar WTC yaitu tanggal 11 untuk tahun Masehi. Hitungan seperti apa ini ?

Pada halaman yang sama Jaber kembali memaksakan melalui penambahan tahun Hijriyah 1440 secara gutak-gatiknya sehingga diperoleh 1+4+4+0 menjadi angka 9 yang oleh Jaber dinisbatkan sebagai bulan 9 atau September, sehingga kloplah menurutnya hitung-hitungan ini sebagai inisial 9/11. Sekali lagi Hitungan seperti apa ini ?

Yang lucu adalah Jaber bungkam seribu bahasa mengenai tahun terjadinya (2001), mungkin semua kalkulasinya error untuk prediksi tersebut padahal Jaber begitu hebat memprediksi tahun-tahun berbagai kejadian lainnya.

Pada halaman 128, Jaber mengklaim jumlah ayat sejak awal surah AL-Baqarah hingga akhir surah AL-Isra berjumlah 2133 ayat yang dirujuknya sebagai jarak antara 3 kota, Mekkah-Kufah-Yerusalem yang olehnya Mekkah sebagai tempat munculnya Imam Mahdi, Kufah sebagai pusat pemerintahannya dan Yerusalem adalah tujuan dari misi kedatangannya.

Pendapat ini jelas terlalu dipaksakan, sebab penisbatan 3 kota dan memasukkan nama Kufah didalamnya secara tekstual menentang hadis yang dipercaya berasal dari Nabi sendiri tentang 3 kota suci Islam yaitu Mekkah-Madinah dan Yerusalem. Kenapa lalu Jaber Bolushi memasukkan kota Kufah kedalam ramalannya itu tidak lain karena dia punya satu keyakinan tentang kekaromahan kufah dari masa lalu dimana Imam Ali bin Abu Thalib pernah mendirikan pusat pemerintahan Islam disana setelah kisruh dengan Muawiyah dan ‘Aisyah. Kota kufah juga mendapat tempat tersendiri dihati para penganut Syi’ah karena makam Imam Ali berada disana. Sehingga rujukan pembenaran Jaber Bolushi kepada kota ini dalam ramalannya bukan sesuatu yang aneh ditinjau dari latar belakang kepercayaan yang dia anut.

Ada banyak lagi perhitungan lainnya yang ingin saya kritisi, tetapi InsyaAllah mungkin bisa kita bahas bersama-sama nantinya.

Inti dari ini semua yang ingin saya sampaikan adalah kalkulasi-kalkulasi konyol Jaber Bolushi yang mengambil ayat-ayat al-Qur’an lalu dicocokkan dengan penanggalan masehi maupun Hijriyah, tidaklah bisa dijadikan pegangan. Apalahi untuk penentuan penanggalan Hijriah sendiri setiap bangsa atau umat Islam didunia memiliki perselisihan satu dengan yang lain bergantung metode penetapannya, terbukti dari perbedaan pelaksanaan ‘Iedul Fitri maupun 10 Dzulhijjah sepanjang jaman sehingga akurasi suatu peristiwa dalam ramalan Jaber Bolushi yang mengkaitkan dengan penanggalan tertentu dalam hitungan Hijriah adalah lemah.

Belum lagi dengan penisbatan kalkulasinya pada perhitungan kalendar Masehi yang diambil berdasarkan peredaran matahari, karena secara saintifikpun metode almanak yang satu ini sudah diakui sangat tidak akurat, terbukti Paus Georgery VIII memperpendek penanggalan pada kalendar Masehi dan menetapkan tanggal 4 oktober 1582 jadi tanggal 15 oktober, yaitu memperpendek sebelas hari, didasarkan pada pergantian musim yang berlaku tidak cocok lagi dengan penanggalan Julius Caesar, dan bahwa waktu dalam tahun musim telah semakin berkurang. Tepatnya waktu itu ialah 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik. Akibat dari kalender Georgery ini, maka Inggris dan daerah kolonialnya di Amerika merubah tanggal 3 September 1752 jadi tanggal 14 September, hingga kelahiran George Washington yang mulanya dicatat tanggal 11 Pebruari 1731 harus dirubah menjadi tanggal 22 Pebruari 1731. Sementara itu timbul pula perbedaan pendapat mengenai hari kelahiran Jesus yang dinyatakan 25 Desember, ada yang menyatakan 4 tahun sebelum tahun Masehi yang berlaku, hingga tahun 1990 kini haruslah ditulis tahun 1994.Sehingga bila kita memang mau menyikapi ramalan Jaber Bolushi dari sisi kalendariah Masehi, maka semua ramalannya memiliki perselisihan angka yang tajam dan sangat tidak akurat.

 


 

 

Ketiga : Pemastian kedatangan Isa al-Masih

Dihalaman 169, Jaber menulis secara khusus mengenai kedatangan Isa al-Masih yang akan jatuh pada tanggal 11-9-2018 atau 1-1-1440 (tentang ini bisa dilihat hal. 178), adapun perhitungan ini berdasar kalkulasi Jaber atas surah al-Fatihah, an-Nisa, al-Maidah dan al-Isra (hal. 170)

Dari semua gutak-gatiknya terhadap peramalan tentang turunnya sosok Isa al-Masih itu, yang ingin saya soroti adalah sebagai berikut :

1. Tafsir Jaber atas surah al-Isra ayat 15 (hal. 172)

2. Kaitan misi kedua Isa dengan perkataan ahli kitab (hal. 173)

3. Tafsir surah al-Isra ayat 105 (hal. 174)

4. Hidupnya Khidr (hal. 174)

Mari kita mulai :

1. Tafsir Jaber Bolushi atas surah al-Isra ayat 15

Isi ayat ini adalah :

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul. (QS. 17:15)

Atas ayat ini Jaber mengatakan bahwa dia berkaitan dengan turunnya Isa al-Masih, bahwa Rasul yang dimaksud pada akhir ayat tidak lain dari Isa Ibnu Maryam yang dikaitkannya pula dengan Fushilat ayat 13 dan adzab yang dimaksud itu adalah benturan Asteroid pada tahun 2019.

Jika mereka berpaling maka katakanlah: “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Aad dan Tsamud.

Jelas Jaber Bolushi sedang bermain akrobatik ayat, karena surah al-Isra ayat 15 merupakan pemberitaan Allah tentang masa lalu dimana adzab atas umat-umat terdahulu itu tidak diberikan dengan tanpa peringatan sebelumnya karena kepada mereka telah diutus para Rasul Allah, akan halnya masa kini dan masa depan, kerasulan jelas sudah tertutup dengan keberadaan Muhammad sebagai Khatamannabiyyin yang praktis tidak akan muncul Nabi-nabi lagi dalam wujud dan bentuk apapun sesudahnya.

Adapun ayat 13 Fushilat sama sekali tidak bercerita tentang al-Masih akan tetapi peringatan untuk kaum yang memusuhi dakwah Muhammad dan al-Qur’annya, sebagai bukti maka kita bisa membaca ayat-ayat sebelum maupun sesudahnya.

Penisbatan kata azab diayat 15 surah al-Isra sebagai jatuhnya Asteroid ditahun 2019 pun sebagai sesuatu yang nyeleneh karena azab yang dimaksud pada ayat ini adalah azab-azab yang telah diturunkan kepada umat-umat para pengingkar kenabian masa lalu sebagaimana diceritakan oleh al-Qur’an sendiri.

2. Kaitan misi kedua Isa dengan perkataan ahli kitab

Halaman 173, Jaber mengatakan bahwa maksud dari kata Ahli Kitab pada surah an-Nisa ayat 159 adalah terbatas untuk Yahudi dan Nasrani sehingga kepada merelah adzab Allah berupa asteorid ini akan dikenakan. Ini hal yang juga tidak masuk diakal, sebab jumlah dan komunitas umat Yahudi lebih-lebih Nasrani diseluruh dunia ini begitu banyak dan tergabung dalam kelompok-kelompok umat yang lainnya termasuk umat Islam, sementara asteroid yang diramalkan jatuh tersebut bila memang menjadi kenyataan, tentu akan menghantam bumi dan manusia secara global, artinya tidak hanya kepada umat Yahudi atau Nasrani saja namun juga umat manusia lainnya secara umum.

Dus, para pengingkar kenabian Isa al-Masih didunia modern ini tidak hanya terletak pada kaum Yahudi maupun Nasrani saja namun juga mencakup kaum atheis dan para pemeluk agama lain seperti Hindu, Budha, Konghuci dan sebagainya. Adapun halnya secara fakta penisbatan Yahudi dan Nasrani yang disinggung oleh al-Qur’an dalam cerita-cerita kenabian Isa al-Masih tidak lain karena misi kenabian beliau alaihissalam memang terbatas untuk umat tersebut pada masanya !

3. Tafsir surah al-Isra ayat 105

Halaman 174, Jaber menghubungkan kata dalam al-Isra ayat 105 “wamaa arsalnaaka illaa mubasysyiran wanadziiraa(n)” sebagai bentuk umum kepada seluruh manusia disaat kedatangan Nabi Isa yang kedua.

Hal ini tidak benar, karena seperti yang diakui oleh Jaber sendiri pada halaman yang sama, kalimat diayat tersebut merujuk pada kaum Isa al-Masih dan itu terjadi pada masa hidup beliau dimasa lalu.

Saya menantang siapapun untuk membuktikan didalam al-Qur’an satu ayat saja yang menyebut misi kenabian Isa al-Masih mencakup seluruh manusia, lintas agama dan etnis !

Sebaliknya saya akan membuktikan pula dengan hujjah yang kuat bahwa misi kenabian Isa al-Masih HANYA terbatas pada umat Israel saja dimasa kehidupan beliau. Adapun misi kenabian yang universal hanya ada pada pribadi Muhammad dan bapaknya para Nabi yaitu Ibrahim alaihissalam.

Sepanjang al-Qur’an, tidak akan ditemukan kalimat penisbatan misi kenabian Isa untuk seluruh manusia sehingga dogma kedatangannya yang kedua untuk itu tidak bisa diterima kebenarannya, lebih-lebih dalam ramalan-ramalan versi Jaber Bolushi ! Saya juga sudah memberikan sanggahan-sanggahan tentang ini pada buku saya yang berjudul “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih : Sebuah pelurusan sejarah & jawaban untuk Dinasti Yesus” terbitan Restu Agung 2007.

4. Hidupnya Khidr (hal. 174)

Mitos tentang masih hidupnya Khidr memang sudah menjalar hampir diseluruh umat Islam dunia, sama halnya dengan isu tentang masih hidupnya Isa al-Masih dilangit antah berantah. Dalam penisbatan pendapatnya tersebut, Jaber Bolushi tidak memberikan dalil rujukan kepada kita sehingga dapat dijadikan penganalisaan tersendiri.

AL-Qur’an sendiri secara tegas mengatakan : wamaa muhammadun illaa rasuulun qad khalat min qablihi (al)rrusulu (Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya para Rasul. – Surah 3 ayat 144) atau juga wamaa ja’alnaa libasyarin min qablika (a)lkhulda afa-in mitta fahumu (a)lkhaaliduun(a) (Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Surah 21 ayat 34)).

Masih kurang jelaskan pernyataan al-Qur’an diatas untuk kita meyakini bahwa tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang hidup sesudah Muhammad dan kematiannya ?

wakuntu ‘alayhim syahiidan maa dumtu fiihim falammaa tawaffaytanii kunta anta (al)rraqiiba ‘alayhim wa-anta ‘alaa kulli syay-in syahiid(un)

Artinya : Dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Meyaksikan atas segala sesuatu. (QS. Al-Ma’idah 5:117)

Seandainya Musa atau ‘Isa masih hidup, maka tidak ada yang bisa ia lakukan kecuali mengikutiku. – Riwayat Abu Ya’la, Hadis yang serupa dengan ini bisa dilihat dalam Musnad Imam Ahmad dengan catatan pinggir Muntakhab Al-Kanz. Adapun hadis dalam musnad Imam Ahmad ini tidak menyebut nama Nabi ‘Isa : “Kalau seandainya Musa itu masih hidup, niscaya tidak ada kemungkinan/alasan lain baginya selain mengikuti aku” namun ini tidak menghalangi pemberitaan AL-Qur’an yang tegas dan pasti mengenai sudah terjadinya kematian Isa dimasa lalu.

Intinya adalah, jika Musa dan Isa saja, 2 Nabi dan Rasul yang cerita mengenai mereka menghiasi sebagian besar halaman al-Qur’an dinyatakan telah berlalu dan wafat, lalu bagaimana mungkin Khidr yang kisahnya hanya dimuat sepenggal itu bisa dikatakan masih hidup ? kemana saja dia selama ini ? dimana dia sewaktu Muhammad berdakwah, Muhammad berperang dan Muhammad kesulitan ? apalagi jika Khidr dirujuk sebagai salah satu Nabi atau Rasul Allah, maka tidak perlu ditolak lagi jika dia sudah wafat, sesuai nash al-Qur’an yang ada tersebut.

Jika masih ada yang mengingkari kenyataan ini maka sesungguhnya dia telah mengingkari al-Qur’an, dan ini artinya dia menolak otoritas Allah sebagai penurun wahyu tersebut kepada Muhammad SAW dan saya berlepas diri darinya.



 

 

Keempat : Dengan luar biasa, Jaber Bolushi meramalkan datangnya Imam Mahdi dan turunnya Nabi Isa al-Masih pada tanggal, bulan dan tahun tertentu. Tetapi Jaber Bolushi bungkam seribu bahasa menyangkut bagaimana serta seperti apa prosesnya kedatangan Imam Mahdi maupun Turunnya sang Isa al-Masih itu sendiri. Kenyataan ini menjadikan semua pembahasan yang ada dalam bukunya pincang dan tidak utuh.



 

 

Kelima : Penggunaan konsep perhitungan ala “al-Jumal al-Taqlidi dan al-Jumal al-Saghir” yang dipergunakan oleh Jaber Bolushi dan diekspos secara besar-besaran dalam buku ini justru tidak pernah disinggung dengan jelas seperti apa metode persisnya, pokoknya yang dituliskan kepada kita hanya kata-kata “menurut hitungan al-Jumal al-Taqlidi …” atau “menurut hitungan al-Jumal al-Saghir” maka nilai ayat anu atau jumlah ayat anu sekian dan sekian (contoh bisa dilihat pada halaman 55, 67, 145, 174, 250 dan lain-lainnya).

Dari sudut penulisan ilmiah, cara seperti ini tidak bisa dibenarkan dan sulit dipertanggung jawabkan kebenaran hasilnya.



 

 

Keenam : Melihat dari tulisan-tulisannya, maka perhitungan ala “al-Jumal al-Taqlidi dan al-Jumal al-Saghir” tampaknya tidak berbeda dengan perhitungan ala primbon-primbon Jawa yang menentukan hari baik-bulan baik.

Sesuatu yang terlalu mengada-ada dan tidak rasional dilihat dari perspektif akal maupun syariat agama Islam.



 

 

Ketujuh : Pada halaman 256 sampai dengan 257, Jaber Bolushi menulis tentang ramalan yang didapatnya melalui sejumlah periwayatan bahwa pada tahun 2015 nanti akan ada seruan malaikat Jibril dari langit yant menyebut nama Imam Mahdi dan bapaknya dan terdengar dari Timur sampai ke Barat.

Ini riwayat yang tidak dapat diterima dari sisi akal karena mengindikasikan betapa tertingginya derajat sang Imam Mahdi sehingga kedatangannya begitu fantastis dan menggemparkan dunia melalui kejadian adikodrati tertentu sementara untuk kedatangan sang Khatamannabiyyin yang namanya disandingkan dengan nama Allah Azza Wajalla sendiri, yaitu Muhammad Rasulullah bin Abdullah tidak seperti ini.

Padahal Nabi Muhammad adalah orang yang paling pantas dan paling rasional untuk disambut secara luar biasa kedatangannya sehingga hemat saya ini sudah menjadi perbuatan ghuluw atau berlebih-lebihan dalam berakidah, olehnya sikap semacam ini harus disikapi secara hati-hati, sehat dan tidak mudah terjebak.

Berhati-hatilah kalian dari ghuluww (berlebih-lebihan) dalam agama, karena binasanya orang-orang yang sebelum kalian disebabkan karena ghuluww (berlebih-lebihan) dalam agama. – Riwayat Ahmad, An-Nasai, dan Ibnu Majah

Adapun istilah “teriakan” yang tercantum dalam al-Qur’an sekaitan fenomena kiamat, saya lebih bisa menerima pemahaman dari Nazwar Syamsu bahwa hal tersebut tidak lain dari suara dentuman besar dari obyek-obyek langit yang saling bertabrakan akibat terlepasnya berbagai ikatan gravitasi masing-masingnya sehingga tidak ada lagi orbit yang benar dan inilah menjadi salah satu penyebab kemusnahan massal kehidupan dibumi.

November 15, 2008 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: