HANTU…Alas…PURWO

……welcome to dunia hantu dan jin……

ringankan beban hidup.

3111di zaman ini ,di mana hidup di ukur oleh kebandaan semata bagi sebagian orang,dan kehormatan di ukur oleh materi plus jabatan,daya tarik di ukur dari kilau dan gemerlap pernik2 serta artist sudah menjadi nabi,kursi president sudah menjadi tuhan ,politik sebagai agama …siap siaplah untukmenanggung berat beban hidup ini.

     secara nyata hidup ini sudah di atur oleh sang pencipta,jadi hidup ini sudah bersifat otomatis dimana ada rasa lapar maka rekezi itu datang dari sang kholik,cuma manusia di era kini terlalu serakah,sehingga merasa kurang dan kurang yang mengakibatkan hidup tidak otomatis lagi tapi sebuah pencarian……….

     sistem yang di anut masyarakat sudah benar2 “pemberhalaan” materi,berkaca kepada negara2 barat seperti contoh jerman..secara materi sukses.tapi secara manusiawi benar2 amburadul..di mana tidak ada lagi perbedaan derajad orang tua dan anak .anak anak boleh memanggil nama nya saja pada ibu,bapak,paman2 merka tante2 mereka…

      sementara masyarakat kosong spiritual,pihak agamawan semakin kuwalahan membendung pola berpikir masyarakat yang benar benar di setir oleh media massa..unutk menjadi masyarakat konsumtif..tanpa mau berkreatif sedikitpun ,wal hasil masyarakat di tuntut untuk punya duit,untuk cari duwit harus punya penghasilan yang akhirnya aurs ada perkejaan.apapun bentuk pekerjaan itu yang penting duwit..

       di sinilah beban beban hidup itu mulai membebani masyarakat yang terdoktrin penyembahan materi.sementara untuk hidup tenang ,damai,rukun ..tidak terlalu mahal ,asal jiwa jiwa yang kosong itu di isi dengan makanan ruhaanny untuk meredam gejolak keinginan keinginan yang ada.

        menilik keadaan rakyat indonesia yang kebanyakan orang miskin,sebenarnya mental orang miskin ini sudah teruji beberapa kali dalam kasus CRISIS di indonesia,cuma si dancok pejabat pejabat yang tidak amanah itu yang belum punya mental untuk prihatin guna membangun bangsa .

       mereka (pejabat yang tak amanah)masih takut dengan rasa lapar,tidak di hormati publik,lebih lebih kehilangan jabatan yang nyata nyata semua itu menambah penat dan beban hidup.

 

      ———jagulsyet——–

November 7, 2008 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: