Tetap tidak ada alasan bagi bangsa Yahudi untuk menjajah, merampas, dan meng”holocaust” kan bangsa lain.
Sekarang kita lihat ada gak perbedaannya, antara faham yang disepakati harus dibasmi (baca: nazisme) dengan Zionis Israel. Sebelah kiri adalah kesewenangan Nazi kepada Yahudi dan sebelah kanan adalah kesewenangan Israel kepada bangsa Palestina.
Membangun dinding dan pagar untuk menjaga orang tetap terpenjara
—————-
CHECK POINTS Untuk Mengurangi Hak Dasar Manusia untuk Bergerak
——————–
KEKERASAN tanpa Pandang Bulu
———————
Menghancurkan Rumah dan Kehidupan
——————–
Hadiah dari anak anak negara pecinta kedamaian dan masyarakat beradab. Hadiah “with love” for palestinians
———————
Zionis Menggunakan Metode yang sama dengan Nazi. Lihat bocah di bawah ini…sampai terkencing-kencing. Anak kecil tau apa…
Maghrib kemarin hari sabtu 3 Januari 2009 serangan udara pasukan Israel terlaknat merudal sebuah masjid di sebelah utara jalur Gaza. Pada saat itu duaratus muslim sedang sholat berjamaah di dalam masjid yang terletak di kota Bait Lahiya. Sebelas di antara mereka syahid. Limapuluh terluka, sebagian di antaranya luka serius. Sebuah serangan yang nyata-nyata menambah daftar pembangkangan pemerintah Yahudi terhadap hukum Allah sebab dilansir pada hari Sabat, hari suci mereka dan ditujukan kepada hamba-hamba Allah yang jelas sedang beribadah.
Seolah menjadi langkah pembukaan, peristiwa di atas lalu diikuti dengan masuknya pasukan darat Zionis Israel dengan segenap tank Merkava-nya. Sejumlah tank masuk ke wilayah Gaza yang terkepung melalui Beit Hanoun pada Sabtu malam, sementara kabinet Israel telah memanggil 9000 tentara cadangan sebagai bagian dari persiapan. Serangan darat akhirnya ditempuh pasukan Zionis setelah perang memasuki hari ke delapan. Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa dengan pecahnya serangan darat Israel maka fase perang ini memasuki kondisi berdarah yang semakin dahsyat. Diperkirakan bahwa banyak korban bakal jatuh pada kedua belah fihak yang bertikai. Satu hal yang pasti, akan lebih banyak lagi rakyat Gaza yang bakal menjadi korban paling pertama. Sedangkan sudah sebanyak 464 warga Gaza menjadi syuhada semenjak perang pecah sabtu yang lalu dan lebih 2000 terluka.
Saudaraku, berita ini sudah sepatutnya menggugah hati dan iman-islam kita. Demi Allah, ketika berita ini kami dengar pertama kali jantung berdegup kencang. Marah, sedih, prihatin, geram sekaligus ketidakberdayaan menjadi satu di dalam hati. Di satu sisi, harapan kepada Allah tetap menyala, namun di lain sisi kesadaran bahwa ini merupakan suatu perang yang tidak seimbang juga sangat nyata. Semua hanya tertuang dalam doa seorang muslim bagi saudara-saudaranya di Gaza.
اللهم انصر إخواننا المسلمين و المجاهدين في فلسطين
“Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami muslimin dan mujahidin di Palestina.”
Banyak demo berlangsung di berbagai penjuru dunia mengecam Israel dan mendukung Palestina. Bukan saja di dunia Islam dari Maroko hingga Indonesia. Bahkan demo serupa telah berlangsung di berbagai kota di dunia Barat, baik di Eropa maupun Amerika. Di inggris saja kemarin telah berlangsung demo serentak di 18 lokasi berbeda…! Namun sejujurnya tidak ada langkah kongkrit apapun yang berhasil menghentikan kebrutalan Zionis Israel. Aspirasi di jalan-jalan sangat berjarak dengan statemen para pemimpin mereka. Dan di antara pemimpin yang paling besar memperoleh tuduhan sebagai fihak yang paling bertanggung-jawab ialah Presiden Mesir Hosni Mubarak.
Mubarok dipandang oleh banyak kalangan sebagai fihak yang paling banyak bisa berbuat untuk membantu, namun ia berbuat sebaliknya. Wilayah Mesir merupakan satu-satunya wilayah selain Israel yang berbatasan langsung dengan wilayah Gaza. Namun hingga saat ini pintu perbatasannya terlarang untuk dibuka kecuali untuk keperluan-keperluan terbatas. Di antaranya untuk mengeluarkan korban terluka warga Gaza untuk ditransfer ke Rumah Sakit Militer di Mesir. Dan hingga saat ini jumlah yang ditransfer masih sangat minim dibandingkan fakta korban yang berjatuhan. Pintu Rafah juga kadang dibuka untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, berupa suplai bahan makanan dan kebutuhan medis. Itupun dalam jumlah yang jauh di bawah jumlah yang dibutuhkan rakyat Gaza. Dan semua itu hanya bisa terjadi berdasarkan izin pemerintah Israel…!!!
Saudaraku, sungguh malang nasib bangsa Palestina. Sudahlah mereka disandera melalui blokade seluruh pintu perbatasannya oleh Zionis Israel sejak satu setengah tahun yang lalu. Tidak ada bantuan kemanusiaan plus jurnalis yang dibenarkan masuk ke dalam Gaza. Ada satu jalur masuk yang berada di bawah administrasi sebuah pemerintah masyarakat sesama muslim, yaitu Mesir, malah penguasa thoghut negara terkait dengan penuh kepatuhan kepada Zionis Israel bersikeras menutup jalur itu. Tidak mengherankan bila dalam banyak demo di berbagai kota di segenap penjuru dunia kaum muslimin menjuluki Hosni Mubarok sebagai pengkhianat yang berfihak kepada musuh, bahkan ada yang menjulukinya sebagai jelamaan sosok Fir’aun.
Allah menggambarkan karakter kaum muslimin sebagai berikut:
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS AtTaubah ayat 71)
Jika Presiden Hosni Mubarok tidak ingin menjadi bagian dari orang beriman yang menjadi penolong sesama, maka ia sepenuhnya akan menanggung akibatnya. Tetapi sebagai seorang muslim yang hanya mampu menyaksikan dari kejauhan, sebagai seorang saudara yang hanya bisa empati melalui layar kaca sambil berdoa kepada Allah penuh harap, sungguh hati kita tersayat-sayat melihat ini semua terjadi. Hanya Allah yang Maha tahu berapa banyak lagi korban mesti jatuh di Gaza sebagai akibat serangan darat pasukan Zionis terlaknat.
Ya Allah, izinkanlah kaum muslimin yang berada dekat perbatasan pintu Rafah untuk sanggup menjebol pintu penghalang ekspresi mahabbah dan ukhuwwah(cinta dan persaudaraan) sesama orang beriman. Bangkitkanlah sekelompok orang beriman yang tiba-tiba Engkau izinkan bisa masuk ke dalam wilayah terzalimi Gaza untuk membantu saudara-saudara mereka. Kami tidak peduli apakah mereka menggunakan bendera Ikhwanul Muslimin dari Mesir, atau bendera Tanzimul Jihad, atau Angkatan Bersenjata Mesir sendiri…! Kami tidak peduli apakah mereka menggunakan bendera Al-Qaedah, atau Harakah Syabab Al-Mujahidin dari Somalia atau Taliban dari Afghan…! Bahkan kami tidak peduli apakah mereka berbendera atau tidak…! Ya Allah, kami sangat berharap Engkau turunkan pasukan dari bumi manapun bahkan dari langit untuk membantu saudara-saudara kami muslimin dan mujahidin di Gaza untuk mengalahkan pasukan musuhMu dan musuh agama ini….!
Ya Allah, ampunilah ketidakberdayaan kami karena sebatas inilah kesanggupan kami. Andai Engkau izinkan tentu kamipun berharap untuk Engkau pilih masuk ke dalam barisan mereka itu…. Amin ya Rabb…
Dalam pemberitaannya, Al-Jazeera telah memuat berita yang menyebutkan bahwa pasukan militer Yahudi Zionis Israel menggunakan senjata WP alias White Phosphorus (fosfor putih). Senjata ini termasuk jenis senjata kontroversial. Sebab bila senjata ini digunakan terhadap manusia, maka daya bunuhnya sangat mengerikan. Senjata ini berupa asap putih yang jatuh dari langit seperti kembang api. Siapapun yang selama dua pekan ini rajin mengikuti pemberitaan War on Gaza melalui layar kaca tentunya sering melihatnya setiap kali ada serangan udara Israel atas Gaza.
Senjata ini pernah digunakan di Falluja oleh militer AS ketika menginvasi Irak. Sekarang militer Israel menggunakannya di Gaza. Senjata ini biasa digunakan untuk menandai target militer yang selanjutnya akan dibom melalui serangan udara. Selain itu senjata ini juga untuk menutup dan mencegah gerakan pasukan musuh sebab asap putih WP akan mengacaukan daya pandang pasukan musuh. Namun efek selanjutnya yang ditimbulkan oleh WP ialah kemampuannya membakar tubuh manusia menimbulkan luka bakar kimia sejak kulit, daging hingga tulang korban. Inilah barangkali mengapa dokter yang bertugas di Gaza melaporkan bahwa sebagian korban yang ditemukan mengalami luka bakar dahsyat yang belum pernah mereka temukan sebelumnya.
Dalam pemberitaannya Al-Jazeera melaporkan sebagai berikut:
Human Rights Watch telah menyerukan agar Israel menghentikan penggunaan fosfor putih yang menurut HRW telah digunakan dalam operasi militer Israel di kawasan padat penduduk Jalur Gaza.
Lembaga yang berbasis Di AS ini mengatakan bahwa para penelitinya mengamati penggunaan senjata kimia ini, yang dapat membakar daging manusia hingga ke tulang, terutama di Gaza City dan Jabalya pada hari Jumat dan Sabtu.
“Kami melintas dekat unit artileri Israel yang terpasang padanya rentetan white phosphorus dengan sumbu yang terpasang,” kata Marc Garlasco, analis militer senior di Human Rights Watch kepada Al Jazeera. “Jelas itu [white phosphorus], kami dapat mengindikasikannya dari ledakan dan tendrils yang turun serta bentuk api yang membakar,” katanya.
“Hari ini ada serangan besar-besaran di Jabalya ketika kami di sana. Kami melihat bahwa terdapat banyak sekali kebakaran begitu white phosphorus jatuh”
Human Rights Watch percaya bahwa penggunaan senjata kimia di Gaza melanggar persyaratan di bawah hukum humaniter internasional karena tidak memenuhi semua langkah pencegahan untuk menghindari jatuhya korban sipil.
Selanjutnya jika kita buka The Free Encyclopedia Wikipedia, maka dijelaskan di sana bahwa WP adalah sebagai berikut:
White phosphorus(WP) is a flare- and smoke-producing incendiary weapon,[1] or smoke-screening agent, made from a common allotrope of the chemical element phosphorus. White phosphorus bombs and shells are incendiary devices, but can also be used as an offensive anti-personnel flame compound capable of causing serious burns or death.[2] The agent is used in bombs, artillery shells, and mortar shells, short range missiles which burst into burning flakes of phosphorus upon impact. White phosphorus is commonly referred to in military jargon as “WP”. The slang term “Willy(ie) Pete” or “Willy(ie) Peter”, dating from the First World War and common at least through the Vietnam era, is still occasionally heard.
White phosphorus weapons are controversial today because of their potential use against civilians. While the Chemical Weapons Convention does not designate WP as a chemical weapon, various unofficial groups consider it to be one. In recent years, the United States, Israel and Russia have used white phosphorus in combat.
Its use by the US has resulted in considerable controversy (see white phosphorus use in Iraq). Initial field reports from Iraq referred to white phosphorus use against insurgents,[3] but its use was officially denied until November, 2005,[4] when the Pentagon admitted[5] to the use of white phosphorus while stating that its use for producing obscuring smoke is legal and does not violate the Chemical Weapons Convention.[6] A Pentagon spokesman has also admitted that WP “was used as an incendiary weapon against enemy combatants”, though not against civilians.[7]
Ketika Pentagon terpojok karena tersingkap menggunakan WP dalam invasinya ke Falluja, Irak, maka juru bicaranya membela dengan mengatakan bahwa ”senjata WP kami gunakan hanya kepada kalangan kombatan tidak kepada kalangan sipil.” Sedangkan penggunaan WP di Gaza oleh militer Yahudi Zionis Israel tidak bisa diartikan selain memang untuk melakukan pembantaian rakyat alias genocide. Sebab Gaza merupakan salah satu kawasan paling padat penduduk sedunia. Bagaimana mungkin penggunaan WP oleh militer Zionis dapat dibatasi hanya pada kalangan pejuang Palestina? Ini bukan War On Gaza. Ini adalah ethnic cleansing alias holocaust. Berarti Militer dan Pemerintah Yahudi Zionis Israel telah menjadi kekuatan Neo-Nazi.
Artinya, sangat layak bilamana Ehud Olmert, Ehud Barak dan Tzipi Livni diseret ke Mahkamah Internasional sebagai War Criminals. Sudah tiba masanya bagi umat manusia untuk menyadari bahwa memang Israel tidak menginginkan kecuali penumpahan darah, terutama darah orang-orang beriman. Benarlah Allah ta’aala saat berfirman:
”Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS Al-Maidah ayat 82)
Ya Allah, selamatkanlah dan lindungilah kaum Muslimin dan Mujahidin di Gaza. Tanamkanlah kesabaran dan ketenteraman di dalam hati kaum Muslimin dan Mujahidin di Gaza.
Ya Allah, hancurkanlah pasukan Yahudi Zionis Israel. Balikkanlah senjata mereka atas pasukan mereka sendiri. Tanamkanlah rasa takut dan kegelisahan di dalam hati pasukan dan rakyat pendukungnya dari kalangan Yahudi Zionis Israel.
Ya Allah, kabulkanlah doa kami.Daftar produk amerika yang di boycot
Restoran:
KFC
Arbys
McDonalds
McBurger
Pizza Hut
Chilies
Hardees
Paridies
Pizza Little Sitzer
Jack in the Box
A&W
Kantez
Baskin Robbins
Wimpy
Dominos Pizza
Texas
Slizer
Produsen Makanan & Minuman AS:
Minuman:
- Pepsi dan anak perusahaannya: Mirinda dan 7up
- Coca-Cola dan anak perusahannya (Anda kalau membaca tulisan Cola-cola dari belakang botol, akan tertulis: no Muhammad, no Mecca): Sprite dan Fanta
Produk Hanes and Crystal: Mayonnaise, Kecap
California Garden and Warner & Lambert
T-Shirt, Sepatu: Semua baju dan sepatu merk Nike (pernah tertulis kata “Allah” dalam sebuah produknya), Adidas, Kate dan Calvin Klein
Peralatan Listrik : Power, Union Air, Clifinitour , Admiral, Harmony, Alaska, Duncan, Motorola, Alcatel.
Baterei: Everydy, Energizer dan Doorsill
Mobil: Ford, Chrysler, Hammer, Chevrolet, Puck
Dan Semua produk General Electric
Perusahaan-Perusahaan AS yang mendanai Zionisme Internasional:
A & M FOODS
A & W BRANDS
A. CAMACHO, INC .
A. ZEREGA’S SONS
A. PANZA & SONS
A.E. STALEY MANUFACTURING COMPANY
A.J. ALTMAN
A.L. BAZZINI CO
A ARHUS, INC
ABBA AB BEIJER COMPANY
ABCO LABORATORIES
ABEL & SCHAFER
ABELES & HEYMANN
ABRAHAM’S NATURAL FOOD
ACCRU PAC GROUP
ACE BAKING CO .
ACIME SMOKED FISH CORP
ADAMS VEG. OILS
ADAM MILLING
ADRIENNE’S GOURMET FOODS
ADVANCED SPICE & TRADING
AG PROCESSING
AGRO FOODS
AIR PRODUCTS & CHEMICALS,INC
AJINOMOTO, U.S.A
AK PHARMA, INC
AKZO & PACIFIC OLEOCHEMICALS
ALBERTO-CULVER COMPANY
ALBRIGHT & WILSON CO .
ALCAN FOIL PRODUCTS
ALEX FRIES & BROS .
ALGOOD FOOD COMPANY
ALL STAR FOODS
ALLE PROCESSING
LLEN FOOD PRODUCTS
ALLFRESH FOOD PRODUCTS
ALLIED CUSTOM GYPSUM COMPANY
ALLIED FOOD DISTRIBUTORS
ALLTECH
ALEO FARMS
ALTA DENA
� ALUMAX FOILS
Bahan-bahan Kimia dan pembersih:
1. PT. Procter and Gamble (memproduksi: Oloiez, Pampers, Ferry, Downy, Ariel, Tide, Head and Shoulder, Pantene, Camay, Zeset, Mack Factor, Carmen)
2. PT. Johnson & Johnson (memproduksi: Shower to Shower, Cream Johnson�)
3. Nectar
4. Avon
5. Revlon
6. Gardena
7. Pasta gigi Corset
Alat Tulis: Bulpen merk Shiver, Parker dan Hear
Bank Amerika: Bank America International, American Express, Bank of America, Bank of New York
Lain-lain: Rokok AS seperti: Marlboro, Kant, Janstown, Lark, Merit, Gold Cost, Carlton, LM, More.
Para ulama’ tersebut adalah:
1. Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Ulama dan Cendekiawan Muslim kondang di seluruh dunia. Kini tinggal di Doha, Qatar.
2. Syeikh Salman bin Fahd Al Audah, ulama’ kharismatik dari Arab Saudi
3. Syeikh Muhammad Saed Ramadhan al Buthi, ulama’ kharismatik tinggal di Suriah
4. Syeikh Abdullah al Jibrin, ulama’ Arab Saudi dan anggota Persatuan Ulama Besar Arab Saudi
5. DR. Hammam Saed dan DR. Muhammad Abu Faris, Intelektual Muslim tinggal Amman, Yordania.
6. DR. Naser Farid Wasil, Mufti Mesir
7. Fatwa Majelis Ulama Sudan
8. Fatwa Majelis Ulama Palestina
Sumber: al Markaz al Filistini lil I’lam (PIC) (abu ais)
The following photographs were released by CBS News. There are others that were not released including some showing the genitals of Iraqi POW’s attached to electrodes and one of a POW being attacked and mauled by a dog.
by US Occupation Forces
(Please Note: Many of the photographs showing the rape of Iraqi women and the sodomization of Iraqi POW’s at the Abu Ghraib prison are now at USA pornographic websites pointing to the possibility of collusion between the depraved US soldiers in the pictures and US based Jewish pornographers. Many of these photographs were also freely disseminated to US occupation forces, perhaps to inflame their nefarious desires and to motivate them to strike out against the Iraqi populace in these perverse ways.)
by
Ernesto Cienfuegos
La Voz de Aztlan
Los Angeles, Alta California – May 2, 2004 – (ACN) The release, by CBS News, of the photographs showing the heinous sexual abuse and torture of Iraqi POW’s at the notorious Abu Ghraib prison has opened a Pandora’s box for the Bush regime. Apparently, the suspended US commander of the prison where the worst abuses took place, Brigadier General Janis Karpinski, has refused to take the fall by herself and has implicated the CIA, Military Intelligence and private US government contractors in the torturing of POW’s and in the raping of Iraqi women detainees as well.
Brigadier General Janis Karpinski said to the Washington Post that Military Intelligence, rather than the Military Police, dictated the treatment of prisoners at Abu Ghraib prison. “The prison, and that particular cellblock where the events took place, were under the control of the Military Intelligence command,” Brigadier General Karpinski said to the Washington Post Saturday night in a telephone interview from her home in Hilton Head, South Carolina.
Brigadier General Karpinski, who commanded the 800th Military Police Brigade, described a high-pressure Military Intelligence and CIA command that prized successful interrogations. A month before the alleged abuses and rapes occurred, she said, a team of CIA, Military Intelligence officers and private consultants under the employ of the US government came to Abu Ghraib. “Their main and specific mission was to give the interrogators new techniques to get more information from detainees,” she said.
Today, new photographs were sent to La Voz de Aztlan from confidential sources depicting the shocking rapes of two Iraqi women by what are purported to be US Military Intelligence personnel and private US mercenaries in military fatigues. It is now known that hundreds of these photographs had been in circulation among the troops in Iraq. The graphic photos were being swapped between the soldiers like baseball cards.
Speaking on condition of anonymity, one Mexican-American soldier told La Voz de Aztlan, “Maybe the officers didn’t know what was going on, but everybody else did. I have seen literally hundreds of these types of pictures.” Many of the pictures was destroyed last September when the luggage of soldiers was searched as they left Iraq, he said
An investigation, led by Army Major General Antonio M. Taguba, identified two military intelligence officers and two civilian contractors for the Army as key figures in the abuse cases at the Abu Ghraib prison. In an internal report on his findings, Major General Taguba said he suspected that the four were “either directly or indirectly responsible for the abuses at Abu Ghraib and strongly recommended disciplinary action.”
The Taguba report states that “military intelligence interrogators and other U.S. Government Agency interrogators actively requested that Military Police guards set physical and mental conditions for favorable interrogation of witnesses.” The report noted that one civilian interrogator, a contractor from a company called CACI International and attached to the 205th Military Intelligence Brigade, “clearly knew his instructions” to the Military Police equated to physical and sexual abuse. It is not known whether these instructions included, or led to, the raping of Iraqi women detainees as well.
.
Iraqi POW Torture Photographs (Click Here)
A released Iraqi POW has come forward and stated to the internationl media that that he was sodomized at the Abu Ghraib prison while a female US soldier cheered and the entire incident filmed.
‘PBB sudah tidak berguna lagi. Sekarang yang ada hanya komunitas internasional, yang hanya bisa dipimpin oleh satu-satunya adidaya, yakni Amerika Serikat.’ (John Bolton, saat menjadi Duta Besar AS untuk PBB tahun 2004)
Kegagalan PBB menghentikan pembantaian umat Islam di Gaza dikritik banyak pihak. PBB memang sering kali mandul dan tidak berkutik berhadapan dengan Israel. Puluhan [...]
بسم الله الرحمن الرحيم Setengah Kata! KERAHKAN PASUKAN UNTUK BERPERANG; Itulah satu-satunya Kewajiban para Penguasa terhadap Pembantaian Gaza. Jika Tidak, Mereka benar-benar…
[al-Islam 437] Sepekan lebih sudah kita menyaksikan kebiadaban bangsa Yahudi-Israel atas kaum Muslim di Gaza, Palestina. Sekitar 600 orang telah tewas dan 4000 lebih mengalami luka-luka serius. Angka ini terus bergerak naik dari hari-ke hari seiring dengan tindakan agresor biadab Israel di Gaza. Lebih dari seribu misil meluluhlantahkan rumah, masjid, rumah sakit dan fasilitas umum [...]